Nagih air desa, tanpa bongkar berkas
Amerta mencatat pemakaian air, menerima pembayaran, dan menyiapkan laporan bulanan pengelola air desa.
Dipakai sebuah BUMDes di Karanganyar sejak Oktober 2025.
Mungkin Bapak/Ibu kenal adegan ini
Pelanggan datang, mau melunasi tiga bulan sekaligus. Petugas menarik map, membongkar lembar tagihan satu per satu. Antrean di belakang ikut menunggu.
Akhir bulan, laporan untuk desa disusun ulang dari awal. Angkanya dikumpulkan lagi dari beberapa buku dan map berbeda. Yang keliru bukan petugasnya, melainkan caranya.
Kenalkan, Amerta
Amerta singkatan dari Aplikasi Manajemen Tagihan Air Terpadu. Namanya berarti air kehidupan, dan pekerjaannya memang soal air desa. Catatan meter, pembayaran, dan laporan bulanan berkumpul di satu tempat.
Begini tampilannya saat dipakai
Catatan meter sebulan, satu halaman
Petugas isi angka awal dan akhir, pemakaiannya terhitung sendiri.
Bayar tiga bulan sekaligus, cepat
Centang tagihan yang mau dilunasi, totalnya langsung muncul.
Laporan bulanan tinggal diambil
Pilih rentang tanggalnya, rekap pendapatan keluar, siap dicetak.
Tampilan Amerta · data pada gambar hanya contoh
Baca juga: urutan kerja yang kami tempuh waktu merapikan tagihan air desa di Karanganyar
Yang terjadi di Karanganyar
- < 5 detik Mencari tunggakan berbulan-bulan Dulu lebih dari 5 menit
- < 1 menit Menyiapkan laporan bulanan Dulu makan waktu berhari-hari
- 500+ Pelanggan air tercatat rapi Dulu tersebar di tumpukan kertas
- Okt 2025 Mulai dipakai, tanpa putus Masih dipakai sampai sekarang
Sistemnya bisa dipakai buat kerja.
Cocok untuk pengelola seperti ini
- Pengelola air desa yang mencatat di buku
- Petugas loket yang sering mencari berkas lama
- Bendahara yang merangkum laporan dari banyak catatan
- Pengurus dengan pelanggan yang terus bertambah
Cara kerja di tempat Bapak/Ibu agak berbeda? Ceritakan saja, Amerta bisa kami sesuaikan.
Mau lihat Amerta bekerja?
Bapak/Ibu cerita dulu cara kerjanya sekarang, kami tunjukkan bagian yang bisa dirapikan.